Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
GATAKA : Kesengsaraan Berujung Kematian

GATAKA : Kesengsaraan Berujung Kematian

“Dia sudah menipumu.” “Kenapa baru sekarang kamu meninggalkan Vilas?” tanya Kiran seraya duduk di kursi ruang untuk menyandarkan punggung. “Vilas gak berguna lagi? Atau karena ... Kamu ditipu olehnya, sama seperti aku?’ “Semua itu tidak berpengaruh untukku,” ujar Gataka penuh keyakinan. Kiran tertawa kecil, nada sinisnya menusuk. “Aku paham sekali. Bagi kamu, perasaan dan kesetiaan hanyalah permainan belaka.”
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai genta kiswara
Baca
+Pustaka
KEKASIHKU SUPERSTAR

KEKASIHKU SUPERSTAR

Jeremy berkata dengan suara pelan tepat di telinga Luna dan itu membuatnya benar-benar bergidik. “Bagaimana mungkin Jeremy benar-benar mengeceknya?” batin Luna. “Kamu bahkan hanya memakai gstring sekarang. Luna, aku hanya mengajakmu berenang, tapi kenapa kau sangat takut?” Suara Jeremy sangat pelan tapi justru terdengar sangat sensual seiring dengan gerakan tangannya yang sudah sangat senonoh berkeliaran di balik dress pendek Luna. Tubuh Luna sampai menggelinjang hebat merasakan tangan Jeremy yang sudah bermain-main di antara kedua pahanya.
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai genta kiswara
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Goda Dika. “Belum. . . Belum siap mental,” jawab Selin. Dika mendekat dan menepuk bahunya. “Santai. Kalau cowoknya aneh, Kakak tandain pake garpu.” “Kak! Kita mau ketemu keluarga orang, bukan ngajakin duel gladiator.” “Kakak cuma tandain, bukan tusuk.” Jawab Dika dengan santainya. Selin mengelus dada. “Demi apa sih keluarga begini…”
10797 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai genta kiswara
Baca
+Pustaka
Mama Muda

Mama Muda

Ia tak sabar membaca balasan dari Desy. "Bukan duda, perjaka, gantengnya sih sebelas dua belas lah, namanya Tristan." "Tristan? Dari namanya aja udah ganteng banget." "Iya kan aku udah bilang, gantengnya sebelas dua belas sama Mas Adrian. Tapi, dia ini orangnya pendiam, sopan, tapi kalau diajak ngomong ya asyik." "Aku mau. Ayo, kapan mau dikenalin?"
1023.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 627 kali sebagai genta kiswara
Baca
+Pustaka
Sang Kusir

Sang Kusir

Genta kembali tertawa memandangi setiap jengkal tubuh putri Anandya penuh nafsu. “LIhatlah celah dada itu, setan pun akan langsung lupa diri jika memandangnya Warangas. Hahahaha,” sambung Genta. “Cepatlah lakukan! jika kau terus mengoceh, maka dia akan kubunuh,” teriak Warangas. “Baiklah! Baiklah!” Genta segera melepaskan ikatan putri Anandya. “Ayo gadis manis, bermainlah bersama abang!” ucap Genta berusaha menggoda.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai genta kiswara
Baca
+Pustaka
Menemukan Cinta di Saat Koma

Menemukan Cinta di Saat Koma

" Teriak Genta tidak percaya pada Najma. Genta dengan tatapan tajamnya melihat ke arah bibir Najma, yang sejak tadi menggodanya. Najma sedikit ketakutan melihat tatapan aneh Genta pada dirinya. "Apa yang mau kamu lakukan?" Tanya Najma. "Aku ingin merasakan bibir mu, entah mengapa bibir kamu yang bergerak terus sejak tadi itu, menggodaku untuk menciumnya!" Ucap Genta. "Tidak! Gila kamu!" Teriak Najma. "Aku memang gila! Jika tidak gila, aku tidak akan pernah melakukan hal ini, mencintai istri kakaknya!" Ucap Genta.
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai genta kiswara
Baca
+Pustaka
LEGENDA KAMESWARA

LEGENDA KAMESWARA

"Nyai ke belakang dulu cari tempat aman," "Siapa mereka, Kang?" "Salah satunya adalah Gentasora, yang satunya aku baru melihatnya sekarang!" "Baik, hati-hati, Kang!" "Kameswara, dendamku sudah berkarat. Saatnya aku melampiaskan!" seru Gentasora. "Aku punya salah apa padamu?" tukas Kameswara, kumat konyolnya. "Dan kau siapa?" tanyanya pada yang sebelahnya.
1017.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 572 kali sebagai genta kiswara
Baca
+Pustaka
Bukan Perawan Kegatalan

Bukan Perawan Kegatalan

gumam Dirga yang mampu didengar semua orang di sana. "Ada apa, Ga?" tanya Kaisar. "Kenapa, Nak?" kata Saraswati dan Lathif bersamaan. Ekspresi Dirga berubah tak menentu. Antara takut, gelisah dan banyak pikiran yang tengah berkecamuk. Membuat semua orang yang ada di sana makin penasaran. Kaisar dengan cepat merebut ponsel milik sahabatnya. "Jelaskan ada apa dengan kue itu, Ga?" pinta Kaisar.
1012.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 458 kali sebagai genta kiswara
Baca
+Pustaka
Ganteng-Ganteng Duda

Ganteng-Ganteng Duda

"Enggak boleh! Gilang mending buang telur ini dari pada dimakan sama Tante." "Astaga." Lia menggelengkan kepala, entah dari mana Gilang mempelajari kata-kata menyakitkan barusan. "Enggak sopan ya kamu, enggak boleh tahu berkata kayak gitu!" "Kenapa? Tante enggak suka? Kalau Tante enggak suka sama Gilang, jangan nikahin Papa!" "Enggak, Tante bukan enggak suka. Tapi kata-kata kamu barusan itu jahat banget."
776 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai genta kiswara
Baca
+Pustaka
Cinderella Tanpa Sepatu Kaca

Cinderella Tanpa Sepatu Kaca

"Sepertinya mereka cukup akrab." "Saras adalah tipikal cewek supel yang nggak malu berteman sama siapa aja. Dan, Genta ini, ya, bisa dibilang sebaliknya. Tapi entah bagaimana mereka cocok dan jadi dekat. Aku bahkan mengenalnya juga." Krisna memberi jeda sejenak untuk mengapresiasi kemampuannya berbohong kali ini. Sesuatu yang sebelumnya tidak mahir ia lakukan. "Sayangnya, ternyata mereka memaknai kedekatan itu secara berbeda. Bagi Saras, Genta adalah teman baik dan cintanya adalah suaminya saat ini. Bagi Genta, Saras adalah cinta pertamanya."
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai genta kiswara
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status