SENYAWA
ucapan Varo pun meluncur begitu saja, namun dengan cepat ia berucap, “kalau kamu ga berkenan, ga apa.”
Varo berdiri, kemudian mengambil kunci mobilnya yang tertinggal tetapi saat ia sedang menunduk mengambil kunci mobilnya, “Aku akan ajarkan sebisaku,” pandangan Varo langsung lurus menatap Meera yang ada di depannya.
“Mulailah dengan hal kecil di keseharian kamu, Varo,” ucap Meera datar, wajahnya tampak serius.
“Seperti?” tanya Varo menuntut jawaban yang lebih.
Hot Chapters