Bad Agreement
ujarku pelan, seperti bisikan, tapi kurasa dia mendengarku, karena dia mengangguk dengan senyum tersungging di sudut bibirnya, menambah kadar ketampanannya, aku menahan keinginanku untuk mencium bibir yang menggoda itu, kugigit bibir bawahku, meredam hasrat liarku yang entah kenapa keluar di saat yang tidak tepat, didepan orang yang tidak tepat.
Buru-buru, kufokuskan perhatianku untuk meneruskan merias Gigi, tanganku gemetar efek hasratku yang bergelora, kuhela nafasku untuk meredakannya, bisa kurasakan dia masih menatapku intens, membuat aliran darahku mengalir dengan cepat, nafasku tersengal. Kurasa aku harus menjernihkan pikiranku dulu.
“Gi, aku ke toilet dulu ya, nggak tahan nih,” bisikk
Bab Populer