Janda Cantik, Ibu Kosku
“Benih yang kusimpan di laci itu aman, tidak hilang, tidak dimakan burung. Tapi selamanya ia hanya akan menjadi benih kering yang tidak berguna apa-apa. Sedangkan benih yang kulempar ke tanah, sepertinya terbuang sia-sia, padahal di sanalah ia akan tumbuh menjadi tanaman yang berbuah banyak. Begitulah kebaikan yang diberikan tanpa mengharap balasan. Sepertinya hilang dan terbuang, tapi justru di sanalah keberkahan itu tumbuh berlipat ganda.”
Rara menyambung sambil mengusap rambut cucunya yang halus. “Memberi karena ingin dipuji, ingin dibalas, atau ingin diingat namanya, itu bukan memberi namanya Nak. Itu seperti berdagang: memberi sedikit, berharap kembali banyak. Tapi memberi tanpa menghar
Hot Chapters