Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kembalinya sang Pewaris

Kembalinya sang Pewaris

Glenn Brawijaya selalu hidup seenaknya. Ia terlalu mengandalkan kekayaan yang dimiliki orangtuanya dan tidak mau bersusah payah dalam hal apapun karena ia selalu percaya jika kekayaan orang tuanya akan jatuh ke tangan dirinya. Namun, apa yang terjadi jika ia dihantam oleh sesuatu yang tak pernah ia duga? Kekayaan keluarga besarnya malah jatuh ke tangan pamannya setelah kedua orang tuanya mengalami kecelakaan yang menewaskan keduanya. Ia bahkan harus terusir dari rumah mewahnya. Lalu, apa yang akan terjadi selanjutnya? Akankah Glenn merebut kembali apa yang menjadi haknya? Ataukah hanya diam dan menerima nasib?
Urban
1055.9K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Janji Kosong Suami Pengkhianat

Janji Kosong Suami Pengkhianat

"Operasinya berjalan dengan lancar, janinnya sudah dikeluarkan, nggak ada sisa di dalam rahim." Pada hari peringatan tiga tahun pernikahan, anak Tracy yang belum sempat lahir telah tiada. "Tracy! Gimana keadaanmu?" Sahabat karibnya, Shelly, mengenakan jas putih dan bergegas mendorong pintu masuk, bertanya dengan penuh rasa iba. "Thomas selingkuh." Ekspresi Tracy tampak suram. Tiga tahun lalu, pada hari dia dan Thomas mendaftarkan pernikahan mereka, dia pernah berkata kepada Thomas, "Kalau kamu selingkuh, aku akan meninggalkanmu selamanya." Saat itu, Thomas bersumpah dengan sungguh-sungguh, "Kalau aku selingkuh, biarlah reputasiku hancur dan biarlah aku nggak pernah bisa bertemu denganmu lagi!" Namun, baru kemarin Tracy mengetahui bahwa ternyata Thomas sudah diam-diam hidup bersama Yasmin selama lebih dari setengah tahun. Bahkan Yasmin sama sepertinya, juga sudah hamil dua bulan.
Baca
Tambahkan
Suamiku Suka Berpura-pura Mati? Akan Kubuat Ia Mati Benaran

Suamiku Suka Berpura-pura Mati? Akan Kubuat Ia Mati Benaran

Pada bulan ketiga sejak suamiku dinyatakan hilang secara misterius, aku justru melihatnya di sebuah bar. Ia sedang merangkul bahu sahabat wanitanya dan tertawa lepas tanpa beban. “Untung saja kamu kasih ide itu. Kalau tidak, aku hampir lupa rasanya kebebasan.” Teman-teman di sekelilingnya mengangkat gelas dan bersulang satu demi satu, sambil bertanya kapan ia berencana muncul kembali. Ia menunduk sejenak, berpikir. “Mungkin seminggu lagi. Tunggu sampai dia benar-benar mencariku sampai gila baru aku muncul.” Aku berdiri di sudut gelap, memandangnya menikmati kebebasan itu. Lalu, aku menelepon seorang teman yang bekerja di bagian administrasi kependudukan.
Baca
Tambahkan
Cinta Pertama Suamiku yang Belum Usai

Cinta Pertama Suamiku yang Belum Usai

Setelah aku kembali ke rumah sakit bagian kebidanan dan kandungan, USG janin pertama yang kutangani adalah anak dari suamiku dan cinta pertamanya. Di data pasien tertulis nama suami pasien adalah "Jenson", sama persis dengan nama suamiku. Saat melihat foto Jenson yang menempelkan telinganya di perut hamil Keisha untuk mendengarkan detak jantung janin, mataku seketika memicing. Anak yang mengikuti Keisha dari belakang itu, jelas sekali wajahnya persis seperti aku saat kecil. Padahal, dulu Jenson mengatakan bahwa anakku meninggal setelah dilahirkan. "Selamat ya, Kak Jenson. Kudengar Kak Keisha hamil. Tapi jangan salahkan aku kalau terlalu banyak bicara. Dulu kamu bilang sama Naretta kalau Hana meninggal dini, padahal sebenarnya kamu kasih anak itu ke Kak Keisha untuk dibesarkan. Sekarang mau gimana?" "Ya dibesarkan saja. Keluarga Hanifa nggak kekurangan uang." Ekspresinya dingin dan datar. "Dulu Keisha jadi sulit hamil lagi demi menyelamatkan Nenek. Aku buat Naretta hamil hanya untuk ngasih Keisha seorang anak sebagai kompensasi."
Baca
Tambahkan
Kurawat Dengan Cinta, Dibalas Dengan Pengkhianatan

Kurawat Dengan Cinta, Dibalas Dengan Pengkhianatan

Selama tiga tahun pernikahan, Claire Nolan merawat Julian Westwood yang mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya dengan cermat. Namun, Julian justru sangat membencinya. Hanya karena Claire menyentuh kakinya, dia langsung mengusir Claire keluar rumah, bahkan menguncinya di luar selama 99 hari. Ironisnya, pada hari ketika Julian akhirnya pulih dan bisa berdiri lagi, hal pertama yang dia lakukan adalah pergi ke bandara untuk menjemput kekasih pertamanya. Bertahun-tahun pengorbanan dan kasih sayang Claire tetap tidak bisa menandingi sang cinta sejati di hati Julian. Sambil menahan rasa sakit di dada, Claire akhirnya menelepon seseorang, "Kontrak sudah selesai. Aku ingin bercerai darinya." Namun setelah Claire pergi, barulah Julian menyesal.
Baca
Tambahkan
Tiga Hari Terakhirku sebagai Wanita Sempurna

Tiga Hari Terakhirku sebagai Wanita Sempurna

Dokter mengatakan, tanpa terapi sel terbaru, aku hanya bisa hidup selama 72 jam. Namun, Tommy Harper memberikan satu-satunya kuota pengobatan itu kepada Anna Wilson. "Gagal ginjalnya lebih parah," ujar Tommy. Aku mengangguk, lalu menelan pil putih yang akan mempercepat kematianku. Dalam sisa waktu itu, aku melakukan banyak hal. Saat penandatanganan, tangan pengacara gemetar. "Saham senilai empat triliun ini, Anda benar-benar akan mengalihkan semuanya?" Aku menjawab, "Ya, berikan pada Anna." Putriku, Clarisa, tertawa bahagia dalam pelukan Anna. "Ibu Anna membelikanku gaun baru!" "Bagus sekali, nanti dengarkan perkataan Ibu Anna, ya," ujarku. Galeri seni yang kudirikan dengan tanganku sendiri, berganti nama menjadi milik Anna. "Kakak, kamu terlalu baik," ujarnya sambil menangis. Aku menjawab, "Kamu akan mengelolanya lebih baik dariku." Bahkan aku telah menyerahkan hak atas dana perwalian orang tuaku. Tommy akhirnya menampilkan senyuman tulus pertamanya selama bertahun-tahun. "Sofie, kamu sudah berubah. Kamu nggak lagi galak. Kamu yang seperti ini, sungguh cantik." Benar, aku yang sekarat ini akhirnya menjadi Sofie Barnes yang sempurna di mata mereka. Sofie yang patuh, dermawan, dan tidak pernah membantah. Hitungan mundur 72 jam telah dimulai. Aku sangat penasaran, ketika detak jantungku berhenti, apa yang akan mereka ingat tentangku? Apakah aku akan diingat sebagai istri baik yang akhirnya belajar melepaskan, atau sebagai seorang wanita yang menyelesaikan balas dendamnya dengan kematian?
Baca
Tambahkan
Pengkhiatan yang Tak Pernah Diduga

Pengkhiatan yang Tak Pernah Diduga

Pada hari yang telah dijanjikan untuk mencoba gaun pengantin bersama pemimpin mafia yang telah berpacaran denganku selama tujuh tahun, Raul Ghazali, aku membawa laporan pemeriksaan kehamilan dengan perasaan bahagia dan bergegas menuju butik pengantin. Namun, aku tanpa sengaja mendengar percakapannya dengan orang kepercayaannya. "Kemarin aku mendaftarkan pernikahan dengan Joanne hanyalah langkah darurat. Kakakku tewas dalam baku tembak antar-geng, dan dia mengandung satu-satunya anak dari Keluarga Ghazali. Kalau aku nggak memberinya status, dia dan anak itu nggak akan bisa bertahan hidup di Keluarga Ghazali." "Semua orang akan menindas mereka." Dia menjepit cerutu di antara jemarinya, suaranya dingin dan keras, tetapi terselip sedikit ketidakberdayaan. "Selain status, aku nggak bisa kasih Rivela apa pun. Tapi yang lain, aku bisa memberikan semuanya, cintaku, uangku. Hal ini sama sekali nggak boleh ketahuan sama dia." Aku menggenggam erat kertas hasil pemeriksaan kehamilan itu, hatiku seketika mati rasa. Aku meminta sahabatku membantuku mendaftarkan identitas baru, memastikan Raul tidak akan pernah bisa menemukanku lagi, lalu menghilang dari dunianya. Karena dia tak mampu memberiku dan anakku sebuah keluarga yang utuh, maka hubungan yang tercampur antara tanggung jawab dan kebohongan ini lebih baik diputuskan sampai di sini.
Cerita Pendek · Mafia
4.3K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Cahaya Hidupku

Cahaya Hidupku

Perempuan simpanan Ervando sedang merajuk lagi. Ervando menyerahkan Surat Perjanjian Cerai padaku. "Tandatangani saja, cuma formalitas untuk menenangkan cewek itu." Aku mencengkeram ujung rokku erat-erat, mengangguk. Dengan tenang aku menandatangani namaku. Saat pergi, aku mendengar teman-temannya bercanda, "Dia ini sungguh penurut, ya? Jangan-jangan kalau kamu suruh dia ambil akta cerai pun, dia bakal diam saja tanpa protes?" Ervando dengan senang hati menyalakan sebatang rokok. "Mau bertaruh?" Mereka bertaruh bahwa sebulan kemudian di kantor catatan sipil, aku akan menangis tersedu-sedu, tetapi tetap patuh, tanpa keluhan menukar akta nikah dengan akta cerai. Aku menggenggam ponselku, tidak bersuara. Hanya membalas pesan yang baru saja masuk: [Kalau begitu, kamu menikah saja denganku, apa nggak bisa?] [Bisa.]
Baca
Tambahkan
Hitungan Mundur Di Atas Kepala

Hitungan Mundur Di Atas Kepala

Karena bisa melihat hitungan mundur kematian di atas kepala orang-orang terdekat, sejak kecil aku dianggap sebagai pembawa sial oleh keluargaku. Aku pernah menyebutkan waktu kematian kakek, ayah dan ibu. Mereka semua meninggal dalam waktu satu hari karena berbagai kecelakaan. Ketiga kakak laki-lakiku percaya itu adalah kutukanku yang membunuh mereka, sehingga mereka semua sangat membenciku. Sementara adik perempuanku yang lahir melalui proses persalinan yang sulit dan menyebabkan ibu meninggal, justru tumbuh besar dengan penuh kasih sayang. Kakak-kakakku berkata bahwa adikku adalah pembawa keberuntungan. Sejak dia lahir, kehidupan keluarga kami menjadi lancar dan bahagia. Tapi bukankah ibu meninggal karena melahirkan dia? Di hari ulang tahunku yang kedelapan belas, aku melihat hitungan mundur kematianku sendiri melalui cermin. Aku membeli sebuah kotak abu yang kusukai untuk diriku sendiri. Kemudian, aku memasak banyak hidangan yang memenuhi meja makan, berharap bisa makan malam terakhir bersama kakak-kakakku. Namun, hingga hitungan mundur itu berakhir, aku tidak melihat satu pun dari mereka datang ...
Baca
Tambahkan
27 Hari Menanti Janji Palsu

27 Hari Menanti Janji Palsu

Ibuku sakit kritis dan ingin melihatku menikah sebelum dia meninggal dunia. Selama 27 hari, aku memohon kepada pacarku, Rayhan, sebelum akhirnya dia setuju untuk buat akta nikah denganku. Aku menunggu di Kantor Catatan Sipil hingga jam tutup, tapi dia tidak pernah datang. Pada hari yang sama, Mira, teman masa kecil Rayhan, mengunggah akta nikahnya di media sosial. "Waktu berlalu begitu cepat. Tiga hari lagi, pernikahan kita genap sebulan." Baru saat itu aku sadar bahwa pada hari pertama aku memohon kepada Rayhan, dia sudah menikah dengan teman masa kecilnya. Pada saat itu juga, aku menerima pesan permintaan maaf dari Rayhan. [Nadia, Mira dipaksa menikah oleh keluarganya. Aku nggak bisa diam saja melihat dia menikah dengan orang sembarangan.] [Kami bisa cerai tiga hari lagi.] [Tiga hari lagi, aku akan menikahimu.] Tiga hari kemudian, Rayhan datang dengan setelan jas rapi di pintu masuk Kantor Catatan Sipil. Tapi dia menerima pesan dariku. [Rayhan, selamat tinggal selamanya.]
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
2122232425
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status