FREL.
Aku mengangguk-anggukkan kepalaku, lantas menghambur ke pelukan kakek.
"Jangan pernah merasa sendirian. Kakek dan nenek tidak pernah pergi ke mana-mana. Kami selalu ada di dekat Frel, kami selalu mengawasi Frel." Aku mengangguk lagi sambil membekap mulutku dalam pelukan kakek. "Tetaplah menjadi Frel yang ceria, Frel yang kuat dan optimis. Lepaskan, serahkan semua masalahmu pada Tuhan. Selalu percaya bahwa Tuhan akan selalu membantumu melalui semua masalah. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, Sayang. Percaya itu."
Nenek yang sedari tadi diam, kini ikut bergabung pada kami dan kembali memelukku erat.
Hot Chapters