Bayangan Dalam Pandang
“Seperti ucapanmu, aku memang berniat untuk terus menempel padamu. Aku asistenmu, tahu?”
Satoru terkekeh, “Kalau begitu, ayo turun.”
Aku dan Satoru pun turun dari mobil. Seraya berjalan berdampingan dengan pria jangkung itu, aku bergulat sendiri di dalam pikiran.
“Sejak tadi aku tidak membahasnya, tapi,” aku mencuri pandang ke kedua iris Satoru. “wajahnya pucat, itu sudah tidak perlu dibahas lagi. Lebih dari apa pun, yang lebih mencolok dari dirinya hari ini, pupil mata Satoru yang berbentuk seperti jarum. Padahal, tidak ada orang semacam Goto-san di depannya. Lalu kalau aku tidak salah lihat, seluruh irisnya sempat berubah warna menjadi merah. Terus ditambah permintaannya barusan...”
Bab Populer