KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Oh iya, Mbak, aku sudah belikan gamis yang sama buat kita. Nanti dipake, ya! Biar kita terlihat kompak,“ lanjutku. Mbak Medina mengangguk pelan.
“I-iya, Ra,“ sahutnya terbata.
**
Sekitar setengah jam lagi, acara akan digelar. Setelah memoles wajah dengan make up tipis, aku menghampiri Paman Ismail dan Bibi Tanti yang baru saja tiba.
“Apa kabar, Nak?“ tanya Paman Ismail dengar suara yang terdengar bergetar. Saat aku menyalaminya.
“Alhamdulillah, Paman. Aku baik sekali. Paman sendiri, apa kabar?“ tanyaku balik.
“Paman ...“ ucapnya sambil melirik Bibi Tanti yang menatapnya tajam.
“Paman juga alhamdulillah baik, Nak.“
Bab Populer