SUAMIKU KEKASIH IBUKU
Jus apukat kental itu memang benar-benar terasa apukatnya.
"Bagus kalau kamu suka." Kanaya berdiri setelah mempertahatikan Gandes, lalu beranjak ke belakang dengan sebuah senyuman tersungging.
Gandes menatap gelas jus. Cairan apukat itu masih menyisakan rasa asing. Kepalanya mulai berat. Suhu tubuhnya naik pelan, seperti demam yang muncul mendadak.
Namun, sebelum Gandes sempat bicara lagi, terdengar bel berbunyi. Dua kali. Kemudian tiga kali.