Jagoan Kampung Merantau Ke Kota
“Saya-nya tidak sabar. Mau pesan taksi, juga macet. Ya sudah, saya pulang saja duluan naik busway. Oh ya, ngomong-ngomong, nama Mas siapa?”
“Nama saya, Mojo.”
“Mojo?” Ulangnya bertanya.
Di dalam hati aku aku langsung menggerutu. “Kenapa sih, setiap aku bertemu dengan orang baru, mereka pasti selalu salah dalam menyebut namaku??”
Dia mengucapkan nama Mojo dengan bunyi huruf O seperti pada kata ‘toko’ atau ‘komodo’.
“Bukan Mojo, Mbak.” Aku meralat dengan pengucapan yang benar.
Hot Chapters