Sentuhan Pria Dewasa
“Ya kan sekarang keluar bareng sayang. Keluar dari gedung ber-AC, minum kopi yang beneran panas, duduk tanpa mikirin grafik dan angka.”
Narine tertawa kecil. “Wah, biasanya juga ambisius banget bapak tuh.”
Mereka menyeberang jalan menuju sebuah coffee shop kecil yang tersembunyi di antara deretan ruko. Tempatnya tidak mewah, tapi hangat. Aroma kopi memenuhi udara, bercampur dengan wangi pastry yang baru dipanggang.
Mereka memilih duduk di dekat jendela. Matahari menembus kaca, menciptakan bayangan lembut di meja kayu.