Simpanan Ayah Angkat
Kerabat dan teman-teman yang masih berdiri di sekeliling makam saling berpandangan, ada kesedihan mendalam yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Beberapa dari mereka berdoa secara pribadi, sementara yang lain hanya berdiri dalam diam, merenungkan kenyataan bahwa mereka telah kehilangan seseorang yang mereka cintai.
Di tengah kesunyian pemakaman, Pak Rama berdiri di depan liang kubur. Tangannya gemetar, menahan air mata yang tak bisa lagi dibendung.
Wajahnya yang penuh kerut, kini terlihat rapuh dan hancur. Di sekelilingnya, para pelayat menundukkan kepala, memberikan penghormatan terakhir kepada anak perempuannya yang baru saja pergi.