Frekuensi Terlarang
Suasananya sunyi, hanya ada suara derit logam dan uap panas yang keluar dari celah-celah trotoar yang pecah.
Lilia melihat beberapa orang duduk di pinggir jalan, wajah mereka ditutupi oleh kain kasar, dan telinga mereka telah dijahit rapat sebagai bentuk protes ekstrem terhadap "Gema" yang menghantui dunia. Mereka tidak berbicara; mereka berkomunikasi dengan bahasa isyarat tangan yang cepat dan kasar, seolah-olah setiap suara adalah pengkhianatan terhadap kesunyian yang mereka perjuangkan.
"Kita butuh tempat berlindung sebelum badai frekuensi ini memuncak," kata Lilia, ia mendekati salah satu pria yang sedang mengasah pisau dari tulang logam.
ตอนยอดนิยม