Tawanan Cinta Tuan Abizar
Masih di satu gedung yang sama acara resepsi Mawar dan Abizar, tapi berbeda ruangan, banyak orang-orang penting yang penasaran apa isi wasiat terakhir lelaki yang sangat berpengaruh itu.
Seorang lelaki berwajah Timur Tengah berdiri tegap, sebuah dokumen asli ada di tangannya. Lelaki itu memperbaiki kacamata. Setelah salam dilantunkannya, ruangan riuh menjawabinya. "Tertanda, saya, Omar Hafshan, mewasiatkan." Lelaki itu membacakannya dengan jelas dan tegas, "yang harap seluruh keluarga Hafshan dan yang lain, memenuhi dan menghormatinya. Karena ini adalah pesan orang yang telah mati."
Hot Chapters