DALAM DEKAP LUKA
Hyra meremas ujung piyamanya sendiri, detak jantungnya berpacu cepat, menyadari ia telah melanggar batas yang tidak terlihat.
“Sepertinya kamu nggak ngerti bahasaku, Dokter Hyra,” desis Ghaidan, suaranya rendah. Namun, penuh ancaman. Setiap kata terasa seperti pecahan es yang menusuk. “Aku sudah bilang, jangan pernah membahas itu lagi.”
“Maafkan aku, mas Ge,” Hyra berbisik, memejamkan mata, menahan getaran suaranya. “Aku hanya… aku hanya ingin tahu. Aku ingin ngerti. Aku ini istrimu, mas.”
Hot Chapters