Di Balik Tirai
Ancaman itu terus mengintai.
Maria berjalan ke dapur, mengambil segelas air, tetapi matanya terus terpaku pada pintu belakang. Ia mengingat peristiwa tadi malam—sosok di atas atap, senyuman di balik topeng, dan lompatan yang mulus ke dalam bayangan. Itu semua terasa seperti permainan yang sudah mereka atur dengan rapi, sementara Maria hanya pion yang dipaksa bergerak di papan mereka.