Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hello, Mantan!

Hello, Mantan!

tanyanya polos. “Apel, buah pir, buah naga, pisang, atau apa gitu.” Hagia mulai menghitung pakai jari karena gemas sendiri. “Pokoknya buah. Sama sayur juga.” Ia menunjuk mug kopi itu lagi. “Kopi dikurangi, soalnya kamu punya maag.” “Nggak mau.” Hagia langsung melotot. “Kenapa nggak mau?”
1017.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 633 kali sebagai hak dipan
Baca
+Pustaka
Istri Rahasia Tuan Hagan

Istri Rahasia Tuan Hagan

“Biarkan Bibi yang membuatkan kopi untuknya, jangan kamu.” Ibra yang baru saja menyesapi kopinya sedikit tersedak hingga kooi dalam mulutnya hampir menyembur, beruntungnya pria berusia 26 tahun itu mampu menahannya. Ia simpan cangkir yang ia genggam di tangan sebelum melontarkan pertanyaan pada atasannya, “kenapa harus dibedakan begitu, Pak?” “Dia istri Saya, tentu apapun yang dia perbuat hanya untuk Saya.” Hagan berucap dengan wajah datar tanpa ekspresi, menatap pada isi cangkir yang tinggal setengah.
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai hak dipan
Baca
+Pustaka
Hajatan di Rumah Ibu

Hajatan di Rumah Ibu

Aku hanya mengangguk pelan, tak ada niat menjelaskan lebih jauh. “Ya ampun, Sitah! Kamu ini anak Bu Fatma atau bukan, sih? Kok, acara sebesar itu nggak tahu! Semua saudaramu ada di sana. Kamu malah nggak tahu apa-apa,” Bibir Bu Marni meliuk-liuk, saat menceritakan itu. “Ibumu itu hajatan aqiqah, potong kambing beberapa ekor. Besar sekali acaranya,” Aqiqah? Ibu? Aku berusaha mencerna kata-katanya, tapi rasanya seperti ada sesuatu yang menusuk dadaku. Kalau benar ada hajatan sebesar itu, kenapa aku tidak diberi tahu?
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai hak dipan
Baca
+Pustaka
Istri Manis Tuan Jicko

Istri Manis Tuan Jicko

Senior perempuan berkata lagi. Maka seperti orang yang tidak sabaran, makan kumpul ala atasan dan bawahan itu dimulai. Beberapa sudah menyumpit daging, dicelupkan ke dalam kuah kari. Makan itu bergaya hotpot populer di Korea. “Ra, coba ini. Enak banget rasanya." Tasya menyumpit irisan tipis daging Wagyu, lantas diletakkan di atas piring Ameera. Gadis itu mengangguk takzim.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai hak dipan
Baca
+Pustaka
Simpanan Tampan Wanita Mapan

Simpanan Tampan Wanita Mapan

tanya Aiden dengan antusias, matanya berbinar menunggu jawaban dari Lana. Lana tersenyum lembut dan menjawab, "Kita akan mengunjungi pantainya yang indah dan bermain di pasir putihnya yang lembut, Aiden. Kamu bisa membangun istana pasir yang besar!" Aiden melayangkan senyum lebar dan mengangguk antusias, "Ya! Dan aku akan membuat istana pasir terbesar yang pernah ada!" Sementara itu, Raka mengecek jadwal penerbangan mereka dengan cermat. Dia melihat layar monitor dengan serius, memastikan semuanya berjalan lancar untuk perjalanan mereka.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai hak dipan
Baca
+Pustaka
Hanna (Bukan Gadis Biasa)

Hanna (Bukan Gadis Biasa)

tukas si pembekap yang tak lain adalah Panca. Mendengar itu, Hanna pun menatap tak paham. Namun di tengah rasa heran yang menggandrungi diri Hanna, Panca sendiri justru sedang sibuk membukakan ikatan tali yang melilit di kedua tangan Hanna.
1030.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 923 kali sebagai hak dipan
Baca
+Pustaka
PENDEKAR Sabda JAGAD

PENDEKAR Sabda JAGAD

"Ayo Tuan Dipa! Hajar saja dia! Biar kita bisa cepat bersenang-senang dengan wanita jelita itu!" "Ayo Dipa! Pecahkan kepalanya dengan tongkatmu!" "Hajar sampai modar!" Seru teman-teman Dipa, memberi semangat dari pinggir kalangan. "Hiahh!" Wukkh..! Akhirnya dengan seruan keras, Dipa kembali menerjang Jalu dengan jurus-jurus tongkat terampuhnya. Dipa mengerahkan 9 jurus Tongkat Raja Kerany., Nampak tongkatnya bergulung cepat dan menderu dahsyat. Sosok Dipa bagaikan hilang di balik gulungan tongkatnya.
1024.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 720 kali sebagai hak dipan
Baca
+Pustaka
MENANTU SETENGAH DEWA

MENANTU SETENGAH DEWA

dia naik ke atas bagaikan seekor kucing yang meloncat-loncat sehingga hanya butuh waktu beberapa detik saja Hakya sudah tiba di atas perbukitan tersebut. Bukit yang terjal dengan tinggi puluhan meter tersebut berhasil Haky taklukan, dan saat ini Hakya sudah tepat berada di pintu gerbang Padepokan milik Buana. "Permisi, saya Hakya akan masuk ke dalam," ujar Hakya sambil membungkukan badannya di depan pintu gerbang tersebut. Tidak menunggu beberapa lama, pintu gerbang terbuka dengan sangat lebar. Krrieeet!
9.888.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai hak dipan
Baca
+Pustaka
Bhu & Akra

Bhu & Akra

“Bhu, Akra punya pertanyaan.” Ana yang masih sibuk mengunyah mi, mengangkat pandangannya. “Mau tanya apa?” tanya Ana, kemudian kembali menyuap satu gulungan besar mi ke dalam mulutnya. Mata Ana mengamati Cakra yang kini menyesap minumannya. Cakra meletakkan gelasnya dan tersenyum sebelum bertanya, “Panji itu siapa?”
1012.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 318 kali sebagai hak dipan
Baca
+Pustaka
Sepanas Belaian Chef Jonathan

Sepanas Belaian Chef Jonathan

rengek Kaluna seraya mengembikkan mulutnya, kesal rasanya saat sedang dalam suasana hati yang tidak baik lalu tiba-tiba digoda dengan kata jelek oleh lelaki yang selalu terlihat sempurna bernama Jonathan. "Hahaha, iya ... kalau kamu kaya gini, kamu jelek, Yang," ucap Jonathan sambil menyodorkan piring berisi roti bakar kesukaan Kaluna, "makan dulu kamu, kamu belum makan siang. Nanti kamu sakit, berabe dan aku udah izin ke Raka, Raka bilang malem aja ke restorannya karena aku bakal rapat sama dia tentang HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point/manajemen bahan baku) yang baru karena kita bakal ganti beberapa menu bulan depan."
10131.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.8K kali sebagai hak dipan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status