PENDEKAR CAMBUK HALILINTAR
Ki Jagadita, Diajeng Seklar Laras, Pangeran Labdajaya, Diandra, dan Gayatri hanya menyaksikan di depan mulut gua.
Raden Anom maju sekitar dua puluh langkah ke depan. Ia berdiri dan mengumpulkan energi alam dan tenaga dalam. Saat tangan kanannya ia rentangkan ke samping, Cambuk Halilintas telah ia pegang. Kekuatan besar langsung menguasai sang pendekar yang kini bergelar Pendekar Cambuk Halilintar itu. Tubuhnya bergerak berkelebat ke sana ke mari laksana kilat. Saat Cambuk Halilintar ia pukulkan, terdengar suara halilintar yang bersahut-sahutan yang disetai kilat menyambar, pepohonan dan cabang-cabang pohon sempal dan bertumbangan di mana-mana. Hanya dalam waktu demikian singkat, hutan di dep