Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suami Dadakan Ku Ternyata Bos

Suami Dadakan Ku Ternyata Bos

jawab Halilintar membuat Zha semakin malu saat mengerti ucapan pria itu. "Maksud mu?" Zha pura pura tidak paham. Halilintar tersenyum menatap Zha. "Mereka juga pernah menjadi pengantin baru. Pasti lah mereka paham ada yang terjadi di antara kita semalam." Bug..!! Zha mendaratkan tinjunya pada bahu Halilintar yang langsung meringis mengusap bahunya. "Jangan terus mengungkitnya Hall, atau aku akan menghajarmu!"
9.91.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36.2K kali sebagai saaih halilintar dulu
Tampilkan Ulasan (170)
Baca
+Pustaka
H n H
cerita mentari dan fic, bagus banget. sebenernya alurnya bisa ke tebak, tapi bikin gregetan kita bacanya, karena kita emang harus ikutin tiap babnya. seru juga, seperti film yg di buku kan. thanks author. semangat berkarya dan sehat selalu. lanjut ke cerita ke 2 dari buku ini...
Zizizaq
Baca karya orang buat belajar, Dan ini karya yang keren! Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Baca Semua Ulasan
PENDEKAR CAMBUK HALILINTAR

PENDEKAR CAMBUK HALILINTAR

Ada enam orang laki-laki yang berjalan melewati persawahan yang baru dipanen. Pendekar Cambuk Halilintar hendak melanjutkan makanannya, tetapi ia harus kembali berdiri karena ia mendengar lagi bentakan-bentakan dari rombongan laki-laki itu. Pas ia mengarahkan kembali ke rombongan itu, baru ia menyadari bahwa salah satu dari keenamnya berjalan dengan tangan terikat ke belakang. Sebentar-sebentar laki-laki itu mendapat tamparan atau tendangan-tendangan dari kelima laki-laki yang sedang menggiringnya.
8.620.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 744 kali sebagai saaih halilintar dulu
Baca
+Pustaka
Cintaku T'lah Mati

Cintaku T'lah Mati

Hotpot itu terlalu panas, jadi aku hanya mencelupkan sedikit daging ke saus pedas dan mencicipinya sedikit demi sedikit. Saat tengah menikmati makanan, kulihat Phil sudah bermandikan keringat. Aku menyuruhnya ke dapur untuk ambil air minum. Begitu dia pergi, sendokku terjatuh ke lantai. Saat aku menunduk untuk mengambilnya, tiba-tiba darah mengalir deras dari hidungku. Aku buru-buru menutupinya dengan lengan bajuku.
10.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 259 kali sebagai saaih halilintar dulu
Baca
+Pustaka
CINTA LAMA BELUM USAI

CINTA LAMA BELUM USAI

teriak Gina dari kamar mandi yang ada di dekat dapur. Ibunya menatap masakan di kuali di atas kompor. Ini bukan menu baru, kenapa di protes? Sejak kecil, Gina sudah sering makan sambal seperti ini dan sering memuji buatan ibunya bahkan pernah belajar membuatnya. Kenapa sekarang? "Bau bangat tahu, Bu. Nyengat! Astagfirullah, hidungku sampe merah gini," ujar Gina seraya mencoba mengeluarkan ingusnya.
8.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai saaih halilintar dulu
Baca
+Pustaka
SESAL SANG MANTAN

SESAL SANG MANTAN

Nomor tak dikenal, pikirnya sesaat sebelum berkata, “Halo?” “Halo, Ranti? Ini aku Jodi. Barusan dikirimin Dewi nomor kamu, aku mau cek apa dia nggak lagi jahilin aku, haha.” Jodi berkata dari seberang sambungan. “Oooh iya ini aku, kok, Jod. Oke kusave balik nomornya, ya. Hihi, kamu inget aja itu si Dewi emang tukang jail dari kecil,” jawab Ranti terkekeh geli membayangkan bahwa dulu di SMA, Dewi sering sekali bertengkar dengan anak-anak lelaki hanya karena sifat usilnya. Dan Ranti selalu kebagian belain dia di depan guru meskipun terkadang yang salah ya Dewi sendiri. Tak disangka saat dewasa malah Dewi yang jadi pengacara.
8.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 225 kali sebagai saaih halilintar dulu
Baca
+Pustaka
SAAT SUAMIKU MELARANG KE RUMAH IBUNYA

SAAT SUAMIKU MELARANG KE RUMAH IBUNYA

ucap Mas Hendra, selanjutnya dia membersihkan mulutnya dan bergegas beranjak dari duduknya Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk membuat panas pelakor, aku berlari kecil menghampiri Mas Hendra dan langsung loncat ke belakang punggungnya. "Gendong ya, Mas," ujarku langsung, sambil menoleh ke belakang tempat Sandra berdiri. Sedangkan Sandra berjalan terlebih dahulu, aku melihat kakinya yang dihentak-hentakkan di lantai. Sepertinya Sandra juga baru saja selesai makan. Kelihatan sekali dia sedang kesal, apalagi tadi baru saja mendapatkan ceramah gratis yang menohok.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai saaih halilintar dulu
Baca
+Pustaka
SAAT KU TAK LAGI DIHARGAI

SAAT KU TAK LAGI DIHARGAI

Rasanya berat sekali meninggalkan rumah ini dan harus kembali lagi ke rumah tanpa kasih sayang itu bagiku. "Semangat ya, Din. Mbak yakin kamu bisa atasi semua ini," ucap mbak Santi sambil mengepalkan sebelah tangannya. Aku mengangguk pasti, lalu kemudian mengikuti mas Hanif yang lebih dulu berjalan ke halaman menuju motornya. . . .
8.8204.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.9K kali sebagai saaih halilintar dulu
Baca
+Pustaka
SILARIANG

SILARIANG

Pinta Asha dengan suara memelas. “Duuh … Miss Gercep, kan udah dengar tadi kalo kami aja baru ketemu lagi setelah lima tahun, mana aku tahu nomer W*-nya kak Arsyl, Sha.” Terryn pun menyalakan komputernya dan Asha juga duduk di tempatnya persis di samping kubikel Terryn.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai saaih halilintar dulu
Baca
+Pustaka
Haid Pertamaku

Haid Pertamaku

ucapku lirih Haid adalah azab bagi kami--budak-budak Mami Merry. Seperti layaknya menunggu sebuah kematian yang pasti datang, tetapi tidak tahu kapan. Kedatangan haid adalah pertanda jika kami siap untuk ditawarkan, di lelang dengan harga termahal. Mami Merry hanya tinggal menghubungi pelanggan kelas atas, dan mencari siapa penawar tertinggi. Lantas setelah masa haid Asmah berakhir, maka siap untuk dijual dan ditawarkan keperawanannya.
1037.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai saaih halilintar dulu
Baca
+Pustaka
Dicintai Dua Sahabat

Dicintai Dua Sahabat

jelas Irham tersenyum "kamu ga mau coba". tanya Keysha lagi. Irham menggeleng pelan "satu aja ni coba". tawar Keysha yang tidak mau hanya makan sendiri "enggak usah kamu aja yang makan". tolak Irham "satu aja". Keysha bersikeras untuk membantu Irham, Keysha menyodorkan satu tusuk didepan mulut Irham. mau tidak mau Irham melahap sate itu
8.84.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai saaih halilintar dulu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status