Bisikan Tengah Malam
Zeta tersenyum,"Mami yang mengajarkan pola permainan itu. Dia asli Indonesia, dan segala kebudayaan negara ini dia ajarkan pada kami. Dari bahasa, sampai hal terkecil, seperti bermain Hoom Pim Pah itu. Tidak menyangka saat pindah ke rumah itu dulu, kita juga diajak main Hoom Pim Pah oleh setan-setan kecilnya..."
"Dulu sempat diajak mahluk halus juga main Hoom Pim Pah? Tidak takut?"
"Dulu kami kira itu anak-anak manusia biasa. Mungkin anak dari kampung mana yang lewat jelang maghrib depan rumah..."
"Masih ingat wujud mereka?"
Zeta mengangguk,"Beberapa aku kenang wajahnya. Mereka tampak masih kecil-kecil, ya. Bawa selendang di pinggang begitu, seperti akan menari."