Pura-Pura Rebahan
Aku menoleh dan menjawab dengan setengah berteriak, “Kalian tunggu di situ saja, Mama mau nyari harta karun.”
Dengan tanpa menghiraukan aroma busuk itu yang merusak indra penciuman, aku berlari ke tumpukan sampah itu. Beberapa petugas kebersihan yang berada di dalam truck sampah terlihat memandang heran ke arahku.
“Kenapa, Mbak? Nyariin apa?” tanya salah satu dari mereka.
“Ada sesuatu yang sangat berharga, tapi malah tak sengaja dimasukin suami saya ke tempat sampah, Pak,” jawabku dengan tangan dan mata terus menyusuri gunung sampah itu.