Baru-baru ini sempat melahap habis novel terbaru 'Antares' dalam satu weekend karena alurnya yang bikin nagih. Kisahnya masih berlatar semesta yang sama dengan seri sebelumnya, tapi fokus pada karakter baru bernama Vega, anak bungsu klan Antares yang punya trauma masa kecil. Dinamika keluarga rumitnya bikin gregetan—ada adegan konflik dengan sang kakak yang literally bikin buku ini susah ditutup. Yang keren, penulis nggak cuma ngandelin action sequence (yang tetep epik banget), tapi juga eksplorasi psikologi tokoh lewat flashback fragmentaris. Sayangnya, twist di akhir agak bisa ditebak buat yang udah baca seri sebelumnya.
Dari segi dunia fiksi, ada perluasan lore tentang perang antar-galaksi yang lebih detail, termasuk sistem politik baru. Beberapa fan mungkin kecewa karena cameo karakter lama cuma sekilas, tapi justru ini jadi kekuatan buat pembaca baru. Buat yang suka sci-fi dengan emotional depth, novel ini worth to try—meskipun pacing di bagian tengah agak melambat karena overdosis deskripsi teknologi.