Pendekar Bukit Meratus
Pendeta Suli dan 2 Pendekar Hewan beri hormat ke Prabu Harman, lalu mundur sejauh 25 meteran dan membiarkan dua orang yang sama gagah dan tampan ini saling berhadapan.
Seteah saling tatap tajam, Prabu Harman mulai kerahkan tenaga dalamnya ke kedua lengannya.
“Lihat serangan!” teriak Prabu Harman dan dia sudah kerahkan jurus mengaduk mega yang selama ini sangat dia andalkan. Dia tak banyak basa-basi lagi, langsung serang Pendekar Mabuk.
Serangan sangat dahsyat diiringi suara angin bersuit menerjang Pendekar Mabuk. Seharusnya, dalam setiap serangan, ahli silat tinggi selalu mempergunakan tenaga terbatas.