KEKASIH HATI SANG PUTRI
Dia memejamkan mata saat mendengar suara langkah anjing-anjing yang tengah mencarinya, bisa mendengar derap kuku mereka di atas batu-batu yang berjatuhan, suara rengekan yang mereka keluarkan selagi mendekat.
“Harvey, maafkan aku karena tidak bisa menepati janji untuk hidup menua bersamamu.” Ravena bersiap merasakan napas panas anjing-anjing itu di lehernya. Namun, setelah beberapa saat berlalu, dirinya masih tidak merasakan apapun.