Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rasa Tanpa Batas Waktu

Rasa Tanpa Batas Waktu

Steffan membebaskan Viola memesan apapun yang dia inginkan. "Kepiting saos padang, cumi pedas manis, kakap bakar.... udah itu aja," Viola menutup buku menu. Sementara seorang pelayan yang berdiri di sebelah mejanya mencatat pesanannya. "Beneran udah cukup?" sergah Steffan. "Hmm," Viola mengangguk. "Oke mbak. Itu aja. Sama minumnya aku lemon squash satu, kamu?" Steffan menunjuk Viola.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai limitless cafe
Baca
+Pustaka
Sweet Coffee

Sweet Coffee

Kafe tersebut bisa ditempuh dengan waktu 10 menit dari kafeku. Kuparkirkan motorku di parkiran lalu melangkah masuk kafe. Pelayan kafe menyambutku dan mengantarku ke tempat duduk. Aku duduk di salah satu kursi di dekat sebuah hiasan bunga-bunga. Pelayan memberikanku sebuah buku menu dan dengan cepat aku memilih salah satu menu andalan mereka. “Black Meal dan Lemon Juice,” ucapku lalu mengembalikan buku menu pada pelayan.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai limitless cafe
Baca
+Pustaka
Perumahan Bejo 23 The Series

Perumahan Bejo 23 The Series

jawab Delina. "Di lantai berapa cafenya ? apa nama cafenya? aku membawa oma ku ,tidak masalah kan?" tanya Liade kembali. "Oh tidak apa-apa, aku juga datang bersama seorang sahabatku. Nama cafe nya ***** , di lantai 3. Saat ini aku memakai jaket Hoodie warna ungu yah" papar Delina menjelaskan. "Baiklah , sampai jumpa ya. Mungkin sebentar lagi kita akan bertemu ,karena aku sudah berada di parkiran mobil" sahut Liade menjelaskan posisinya berada sekarang.
1014.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 464 kali sebagai limitless cafe
Baca
+Pustaka
Mate Terlarang Sang Alpha

Mate Terlarang Sang Alpha

Lima tahun telah berlalu, Starfield telah melupakan malam kekacauan itu dan menganggapnya sebagai anomali elektromagnetik massal. Di pusat distrik komersial yang tidak pernah tidur, berdiri sebuah cafe bernama Gridlock Resto & Coffee yang bernuansa kayu yang hangat dan terjepit di antara gedung-gedung perkantoran. Cafe itu selalu ramai, karena sosok pelayan yang berdiri di balik mesin espresso.
10935 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai limitless cafe
Baca
+Pustaka
The Endless Love

The Endless Love

katanya kemudian sambungan telepon pun diputus sepihak. Delta semakin mengerutkan keningnya namun akhirnya ia melajukan mobilnya menuju cafe Vintage. Selain tidak tahu harus kemana lagi, Delta juga butuh mendinginkan otaknya ahar bisa berpikir lebih jernih, sekaligus penasaran apa yang ingin dikatakan oleh Alden. ••••
107.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 293 kali sebagai limitless cafe
Baca
+Pustaka
Orang Ketiga (Indonesia)

Orang Ketiga (Indonesia)

**** Suasana Milliar Cafe terlihat ramai siang dan malam, beberapa pelayan terlihat sibuk melayani para tamu dan menyajikan beberapa aneka minuman unik untuk para pengunjung cafe tersebut. Setelah memarkir mobil, Lea memasuki cafe tersebut siang itu. Ia tersenyum pada seorang pria yang sedari tadi terlihat mengawasi beberapa pegawainya bekerja. "Hai, bagaimana kabarmu? Bagaimana dengan Nessie?" tanya Kevin sesampainya di hadapan Lea.
9.713.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 280 kali sebagai limitless cafe
Baca
+Pustaka
FATED

FATED

[Im Aerum’s POV] Aku masuk ke dalam sebuah kafe bernuansakan vintage. Mencium aroma yang tajam yang berasal dari kopi itu sendiri. Kalau dilihat-lihat lagi kafe ini memiliki kesan mewah pada furniturnya. Aku membayangkan betapa mahalnya minuman dan makanan yang dijual di kafe ini. Tiba-tiba aku teringat bahwa aku tidak membawa uang lebih, hanya ada sisa 30.000 won. Itu pun ongkos untuk naik taksi, aku juga tidak akan menghabiskan uang sakuku hanya untuk minuman mahal di sini.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai limitless cafe
Baca
+Pustaka
Terjebak Sandiwara Bos Besar

Terjebak Sandiwara Bos Besar

Mobil putih tersebut berhenti di salah satu kafe dengan nuansa kayu dan tanaman hias pada sekelilingnya. Kafe tersebut terdiri dari dua lantai dengan kaca besar pada sisi belakang yang menampilkan hamparan kebun teh yang hijau. Usai memesan minuman hangat dan camilan ringan, Lita menuju lantai atas lalu duduk di kursi yang menghadap ke arah kebun teh. ‘Ini dia liburan sesungguhnya, tanpa akting, tanpa pura-pura….’
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai limitless cafe
Baca
+Pustaka
Menantu Sultan
Baca
+Pustaka
Suami Malang Tunarunguku

Suami Malang Tunarunguku

jawab Liam, kali ini dengan nada penuh semangat. Setelah membayar dan keluar dari supermarket dengan beberapa kantong besar di tangan, Liam berdiri sejenak di depan pintu keluar. Dia menarik napas panjang, menatap langit cerah pagi itu. "Ini hidupku sekarang. Dan aku akan menjaganya baik-baik." *** Liam tiba di depan cafe miliknya, membawa beberapa kantong besar di kedua tangannya. Sinar matahari pagi menyinari papan nama cafe berwarna cokelat kayu dengan tulisan elegan: Eclipse Café.
10954 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai limitless cafe
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status