PREMAN DILAMAR SHALEHAH
"Lagian, ucapannya memang terbukti, iyakan Ummi Rasyidah?"
Ummi Rasyidah hanya mengangguk ragu. Sejujurnya, meksipun ia telah meminta Arash untuk tidak menyentuh Aisha. Tapi, rasa tak enak juga saat yang datang melamar mempermasalahkan keperaw*n*n. Meskipun tidak sampai level haram. Tapi, itu seperti hilang adab dan kurang sopan. Apalagi, lelaki yang datang melamar adalah lelaki yang konon adalah putra orang terpandang bahkan seorang ustadz, dan anak sahabatnya sendiri yang selama ini tak segan-segan mengelontorkan dana untuk pesantren ini.
"Baik, silakan di minum dulu jamuannnya, sebelum dibuka!" Perintah ustadz Harun dengan resmi.
Bab Populer