Penguasa Hati
Sinar matahari keemasan menerpa separuh wajahnya, menyoroti garis rahangnya yang tegas.
"Aku minta maaf," ulang ku, kali ini lebih jelas, mataku mulai panas. "Untuk semuanya. Untuk setiap kata kasar yang ku ucapkan. Untuk semua prasangka buruk ku. Untuk menganggap ku ... pengganggu. Playboy. Aku ... aku bodoh sekali."
Akhirnya, dia bergerak. Dia menghela napas panjang, sebuah embusan udara yang seolah melepaskan ketegangan yang telah dipendamnya selama berbulan-bulan. "Kamu tidak bodoh, Tara."
Hot Chapters