Takdir Cinta Sejati
Wajahnya, senyumnya, tawanya—semuanya masih begitu jelas terpatri dalam ingatannya, seperti bayangan yang tak bisa ia lepaskan.
"Maafkan Bagas, Bu, " katanya dengan suara bergetar, air mata mulai mengalir di pipinya. Ia semakin erat memeluk tubuh sang ibu kala sakit itu lagi-lagi menyerang hatinya. Setidaknya dalam dekapan hangat ibunya ia bisa berbagi luka hatinya.
Memimpikan wanita yang sudah menjadi milik orang lain laksana sayat sembilu yang menggores luka batinnya semakin dalam.
ตอนยอดนิยม