Aku yang Kau Buang, Kini Tak Bisa Kau Sentuh
Cukup lama di perjalanan, akhirnya mobil pengantin berhenti, tak jauh dari sana sebuah rumah telah dihias sedemikian rupa, terlihat sangat indah dengan dekorasi yang sangat elegan.
“Rain, kita sudah sampai. Turun, yuk!” ajak Asri.
Rain bangun, menggosok-gosok matanya yang masih lengket. Mereka pun keluar dari mobil.
Pengantin pria disambut oleh kesenian tradisional. Rain terlihat sangat menikmati apa yang dilihatnya. Hingga tak sadar, beberapa kali Rain mengangguk-anggukkan kepalanya, mengikuti irama musik yang bertalu merdu.
ตอนยอดนิยม