PENDEKAR TAPAK DEWA
"Aku berjanji akan membesarkanmu, dan akan kuwariskan seluruh ilemuku. Kelak kau akan menebus semua kebiadaban ini, Sayang. Kau kuberi nama La Mudu. Ya, La Mudu, yang artinya Si yang Terbakar!"
Setelah berkata demikian, Dato Hongli bangkit, lalu melangkan ke arah timur. Di pinggiran pantai, ia berdiri tegap, wajah diangkat dengan keangkuhan sebagai seorang laki-laki besar. Sorot matanya yang sipit mengarah tajam ke Pulau Sangiang di hadapannya. Urat-urat di lehernya menonjol karena amarah yang teramat sangat.