Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Raja Dunia Bela Diri!

Raja Dunia Bela Diri!

kata Kaisar Seribu Transformasi dengan tenang. “Seribu Transformasi, jika kau menduduki enam negara tanpa membangun kekuatanmu sendiri, maka itu tidak ada artinya. Jika kau hanya ingin mempermalukanku karena kejadian masa lalu, berarti kau terlalu picik,” kata Kaisar Abadi Suci Timur dengan nada dingin.
9.550.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai hilang satu tumbuh seribu
Baca
+Pustaka
Si Lesung Pipi

Si Lesung Pipi

Kurasa ada jejak-jejak tanah tertutupi oleh air Kurasa ada nada-nada sayup yang meski telah dibiaskan Masih terdengar masih menandai Sepuluh atau sebelas langkah masih bertahan Akankah di duabelas menjadi porak-poranda Di belasan lainnya menjadi awal hilangnya sebuah ikatan berharga Rasa-rasa tidak dapat menjamin Rasa-rasa hanya dirasa Sepuluh langkah pun harusnya rasa haruslah tidak ada bekas Agar tidak ada belasan-belasan Tidak ada kesalahan-kesalahan Berujung di keruh-keruh pusaran “Woooow...kakak beneran nulisi ini?” Adam mengangguk sombong. “Disini tadi barusan?” Adam masih tetap mengangguk.
109.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 354 kali sebagai hilang satu tumbuh seribu
Baca
+Pustaka
Aku Bangkit dari Lembah Neraka

Aku Bangkit dari Lembah Neraka

Kemudian… Pluk! Satu helai daun kecil tumbuh di cabang terendah. Hijau dan sempurna. Hanya satu. Itu saja. Sunyi sekejap. Lalu, tawa kecil terdengar. Cukup tajam untuk menusuk. “Itu saja?” “Serius?” “Hanya satu daun?” Bisikan menyebar cepat, seperti jamur di tanah lembap. “Bahkan murid luar bisa dapat tiga.”
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai hilang satu tumbuh seribu
Baca
+Pustaka
Orang Ketiga itu adalah Keluarga Suamiku

Orang Ketiga itu adalah Keluarga Suamiku

Senyum yang singgah, kini hilang ketika Embun menatap satu persatu wajah orang-orang yang hanya suka mengadu domba itu. Sesekali Toro mengajak ngobrol Embun. Namun Embun justru mengalihkan ucapannya. "Kamu sudah makan belum Mas? Awas lho nanti pingsan lagi. Kan tidak laki sekali." Ucap Embun berbisik di samping pendengaran Toro. "Dih, siapa yang pingsan??" Jawab Toro merasa tak terima. Embun tak menggubris jawaban Toro. Pikirannya dipenuhi dengan rombongan yang telah mengantarkan ia ke kampung yang baru pertama ia kunjungi itu.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai hilang satu tumbuh seribu
Baca
+Pustaka
Perjalanan Waktu: Gairah Liar Para Selir!

Perjalanan Waktu: Gairah Liar Para Selir!

tanya Tama, mewakili kebingungan mereka. Rajendra menoleh, ekspresinya serius. "Aku melihat semuanya saat berjalan ke sini. Semuanya tumbuh liar di sepanjang jalan. Tiga puluh langkah dari sini ada Daun Seribu, dan di dekatnya ada Pohon Mur." Para pasukan saling pandang, terkesima. Mereka sama sekali tidak menyadari keberadaan tanaman itu. Tama kemudian berkata, "Kami akan mencarinya, Yang Mulia!"
9.858.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai hilang satu tumbuh seribu
Baca
+Pustaka
Chasing the Sexy Nerd

Chasing the Sexy Nerd

"Sans brother, let it flow, cowok nggak cuma satu kok, nggak usah patah hati kelamaan! Ingat kata pepatah, mati satu tumbuh seribu." Diceramahi soal mati satu tumbuh seribu oleh orang yang membuat hal itu mati, Galang tidak tahu kalau simpati semacam ini memang ada. "Atau..." Aurora menjeda kalimatnya. "Mau gue kenalin ke temen gue yang cantik? Gue punya banyak teman yang bodynya oke loh, pinter-pinter pula, teman SD, teman SMP, teman TK, gue masih punya kontaknya sampe sekarang, Lo cowok baik kan? Kalo iya, pilih aja."
1014.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 298 kali sebagai hilang satu tumbuh seribu
Baca
+Pustaka
Legenda Raja Pendekar

Legenda Raja Pendekar

Jiu Long bicara sendiri namun bisa didengar Malini. "Cinta atau tidak cinta, sama saja. Ya, tarung di udara atau pun di bumi, sama saja, aku tetap kalah. Menang atau kalah, sama saja. Dua sifat yang berlawanan namun tetap sama. Kenapa? Dipukul atau memukul, sama saja. Kenapa? Delapan dan satu, sama saja. Delapan jalan menuju satu tujuan, apa itu? Kenapa menyebut delapan, bukannya sembilan atau sepuluh. Tetapi delapan dengan sepuluh, sama saja. Kalau delapan sama dengan satu, empat juga sama dengan delapan, sama juga dengan satu."
1043.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai hilang satu tumbuh seribu
Tampilkan Ulasan (28)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
Jika teman2 semua suka sama cerita ini mohon di bantu promonya ke teman2nya / di medsos. Biar cerita ini bisa sampai tamat. Jika tidak, mgkn cerita ini akan diselesaikan sebelum waktunya. dan akan dilanjutkan season 2 di lain waktu. Saya akan coba cerita baru dg judul PUTRA SAMUDRA
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Baca Semua Ulasan
Pesugihan Tumbal Nyai

Pesugihan Tumbal Nyai

Walau hanya sekilas, tapi sangat terdengar jelas. "Eh, ko keluarganya banyak yang meninggal. Waktu itu Ibunya, terus Kakaknya di kampung, sekarang anaknya. Jangan-jangan jadi tumbal pesugihan. Mana meninggalnya dengan cara tidak wajar lagi," ucapnya mengintimidasi. "Iya, secara mereka awalnya kan orang susah. Kata warga kampung sebelah seperti itu." "Huss! Hati-hati kalau berbicara. Nanti kita lagi yang jadi tumbal."
48.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai hilang satu tumbuh seribu
Baca
+Pustaka
 RITUAL GUNUNG KEMUKUS

RITUAL GUNUNG KEMUKUS

"Iya, tapi dibuat lenyap tak berbekas." Saimah mendengar ucapan Kesi barusan seketika terkejut. Wanita berparas ayu ini memandang ke arah Kesi dengan mengerutkan dahi. Ia baru sekarang mengetahui cara tumbal seperti itu. Selama jadi pendamping ritual, dirinya hanya tahu para korban yang ditumbalkan selalu hangus terbakar. Tak pernah ada korban yang seketika lenyap. "Aneh. Baru sekarang aku tahu. Pasti bukan tumbal di Gunung Kemukus."
1019.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 497 kali sebagai hilang satu tumbuh seribu
Baca
+Pustaka
CINTA YANG TAK TERMILIKI

CINTA YANG TAK TERMILIKI

Saat pernikahannya memasuki usia dua belas tahun, suaminya Bi Asih yang seorang kuli bangunan meninggal karena jatuh dari lantai lima belas sebuah hotel yang sedang dibangunnya. Uang asuransi dan sumbangan tetangga maupun kerabat tentu tidak bisa mencukupi kebutuhan Bi Asih yang menghidupi dua anak. Setelah setahun peringatan kematian suaminya, Bi Asih menghubungi tetangganya untuk membantu mencarikan pekerjaan sebagai pembantu. Karena hanya itu yang Bi Asih bisa. Tetangganya kebetulan sudah terlebih dahulu kerja di teman Fauzan dan mendengar majikannya bilang kalau Fauzan sedang mencari pembantu sekaligus yang bisa menjaga anaknya yang sebentar lagi lahir.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai hilang satu tumbuh seribu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status