Pembalasan Seorang Ibu
Butuh beberapa saat untuk dia mengatakan sesuatu dan itu pun hanya mengutuk dengan marah, "Haris! Dia hanya seorang pria yang masuk ke keluarga istrinya! Berani-beraninya dia!"
Ayahku, yang selalu tenang, matanya merah berkaca-kaca pada saat ini. Dia membuang semua barang milik Haris.
Mengingat kembali sepuluh tahun yang lalu, aku terjebak dalam kebakaran besar di sebuah pusat perbelanjaan, Haris saat itu tanpa ragu masuk untuk menyelamatkanku.
Aku selalu ingat sorot matanya saat itu, tegas dan berani, dia bagaikan cahaya yang menarikku kembali dari tangan maut.
Bab Populer