Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
The Unholy Claim

The Unholy Claim

Di antara beribu bintang nan jauh tak kasat mata, terdapat sebuah galaksi bernama Vesper dan hanya memiliki satu planet di dalamnya, yaitu Planet Aeterna. Aeterna adalah planet yang didominasi oleh dataran luas yang penuh dengan batu Obsidian, serta pegunungan tajam yang menjulang tinggi. Awan di planet Aeterna berbentuk seperti pusaran air, dan langitnya kerap berwarna ungu kemerahan saat siang hari. Ketika malam tiba, gelap gulita menyelimuti planet tersebut. Namun, sumber daya alam utama dari Aeterna, yaitu Kristal Aether—berfungsi melawan gelap tersebut.
622 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as kembarannya aether
Read
+Library
WANITA PENAKLUK SAMUDRA

WANITA PENAKLUK SAMUDRA

Kekuatan yang kini harus menjadi miliknya. Kakinya terhenti di dekat genangan air pasang. Sesuatu menarik perhatiannya. Sebuah benda kecil, tertanam sebagian dalam pasir basah, berkilauan samar. Lyra berlutut, mengulurkan tangan. Itu adalah kristal Aether. Kecil, bulat, dan nyaris transparan, tetapi memancarkan cahaya biru yang sangat, sangat redup. Kristal Mala. Kristal yang pernah Mala gunakan untuk memfokuskan Hydro-Resonance-nya, yang selalu berdenyut dengan kehidupan. Sekarang, cahayanya hanya seperti nyala lilin di tengah kegelapan yang luas.
10512 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as kembarannya aether
Read
+Library
Miliknya Di Antara Dua Dunia

Miliknya Di Antara Dua Dunia

Dan tidak terbakar. Justru, nyala api itu menyambutnya seperti ibu yang telah lama hilang. Sementara itu, di ruang tak bertangga di jantung Varethar, Kaelith menyelidiki buku darah tua yang dilarang. Halaman-halaman tua menyebut satu nama: Aetherial Flamma, api suci yang hanya muncul ketika darah malam dan darah cahaya menyatu sempurna.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 26 Times as kembarannya aether
Read
+Library
Sisa Takdir

Sisa Takdir

Azrael bukan hanya menyerang dari luar, ia mengurai kekuatan formasi dari akarnya. “Dia menciptakan resonansi balik,” gumam Elian. Dalam penglihatannya, aether di bawah tanah berdenyut tak teratur seperti nadi yang rusak, memancarkan semburat merah gelap yang menjalar ke segala arah. “Sihir penghancur yang melekat di jalur aether, menunggu untuk meledak begitu pusat energinya terguncang. Seperti tambang yang menunggu pemicunya.”
102.6K viewsCompletedAdded to Library 67 Times as kembarannya aether
Read
+Library
AETHERITH: Perang Planet Astarhea

AETHERITH: Perang Planet Astarhea

Di sisi kanan, wajah Dewi Athena yang retak memandang dingin ke arah wilayah Kerajaan Celestia. Meskipun terbelah, di sisi dalam patahan lingkaran itu, barisan kristal AEC masih berdenyut. Busur energi Aether yang tak lagi stabil tetap berusaha berdetak dalam rotasi yang pincang, berpendar menembus pekatnya air terjun setiap kali ia mencoba menyambungkan waktu yang telah patah. Setiap detakannya memicu paduan suara purba yang parau—nyanyian duka dari teknologi yang sedang menjemput ajal di bawah pengawasan abadi Hades dan Athena.
10768 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as kembarannya aether
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Cahaya yang Menabrak Kegelapan Botol cahaya yang dilepaskan dari Bumi yang meredup itu meluncur melintasi wormhole dan nebula selama ribuan tahun cahaya. Hingga suatu saat, botol itu tertangkap oleh tarikan gravitasi sebuah planet biru yang jauh di Galaksi Andromedus. Planet itu bernama Aethel, dihuni oleh makhluk-makhluk yang berevolusi dari kesadaran kristal—mereka logis, transparan, namun tidak memiliki konsep tentang "kehangatan" atau "luka".
727 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as kembarannya aether
Read
+Library
Kinari dan Benang Waktu

Kinari dan Benang Waktu

Aetheryn menggema dalam bayang, tidak seperti tombak, melainkan seperti pilar gaib yang menciptakan ruang kosong di tengah keriuhan. Dari ujung jemarinya, ia memanggil air tipis yang ia pelajari dari pipa-pipa kota—Hujan Tiris; bukan deras, hanya kabut sejuk yang menempel di kulit, menenangkan mata yang pedih gas. Kabut itu tidak menghalangi, hanya memberi jeda bernapas. Kael menenun Sutera Lumen di atas kepala massa—benang nyaris tak terlihat yang menunda momentum lemparan, memperlambat batu yang semestinya melayang.
941 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as kembarannya aether
Read
+Library
KEMBARAN DEWA PERANG

KEMBARAN DEWA PERANG

Kediaman Dewi Air Dalam kolam cahaya di mana Meya selalu mandi dan melakukan tugasnya sebagai Dewi Air. Terlihat Meya melepaskan semua pakaiannya. Dia mandi dalam keadaan telanjang. Tubuhnya begitu bagus dengan dada dan bagian bawah yang berisi. Belum lagi wajah cantik mungil dengan mata sayu, bulu mata lentik, hidung mungil yang mancung dan tak ketinggalan bibir mungil berwarna merah cerah seperti buah ceri. Saat dia melepaskan tusuk konde serta lerhiasan rambutnya, rambut hitam panjangnya melambai - lambai tertiup angin. Seakan sedang menari - nari dengan menggoda. Dalam kolam cahaya, Meya mengeluarkan kekuatan dalamnya sebagai pengaturan air di dunia,.
101.6K viewsOn holdAdded to Library 57 Times as kembarannya aether
Read
+Library
Kembaran Suamiku

Kembaran Suamiku

Kembaran Suamiku #cerbung #Kembaran_suamiku Pagi masih buta, mendadak sekali mengatur waktu untuk jenguk Ibu dan Mama Papa serta menjatuhkan talaq pada istri pertamaku. Suasana lenggang karena masih pagi, bisa diperkirkan perjalanan hanya dua jam lebih. Mengantar Ara dan Zafran serta pengasuhnya ke rumah Mama, tak lupa buah tangan kami bawakan untuk Mama dan Ibu.
106.1K viewsOngoingAdded to Library 181 Times as kembarannya aether
Read
+Library
PUTRI PENGUBAH TAKDIR ELYSIA

PUTRI PENGUBAH TAKDIR ELYSIA

"Itu apaan lagi? Semacam energi gaib dari planet Namek yang bisa bikin aku tiba-tiba jadi sakti dan rambutku berubah warna jadi pirang?" Nada skeptis yang kental dalam suaraku sepertinya susah sekali hilang bahkan saat aku sudah pindah dunia. Riel terkekeh pelan, suara tawanya merdu dan sama sekali tidak mengejek. "Bukan dari planet Namek, Liora. Aether adalah inti dari semua sihir di Elysia," jelasnya, suara tenangnya seolah mampu menenangkan lautan, membuatku tanpa sadar duduk lebih tegak. "Itu adalah energi kehidupan, napas alam semesta itu sendiri. Ia mengalir di setiap bintang yang berkelip, di setiap helai rumput yang tumbuh, juga di dalam diri setiap makhluk hidup, termasuk dirimu."
101.6K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as kembarannya aether
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status