Sentuhan Panas Ayah Sahabatku
ucap Andini sambil tersenyum.
Andini tidak menunggu lama. Begitu kalimat itu keluar, semuanya seperti langsung bergerak.
Siska yang tadi santai langsung berubah mode. "Oke, berarti kita punya waktu sekitar lima hari maksimal ya?"
Andini menganggukkan kepalanya perlahan. "Kurang lebih. Gue nggak mau terlalu lama. Momentum-nya lagi dapet."
Susy ikut mendekat, sudah siap dengan catatan di tangannya. "Kalau begitu, kita bagi per bagian aja, Bu. Dapur, pelayanan, sama display depan."