BONEKA KEMATIAN
“Saya sudah ukur tinggi boneka itu sekitar empat puluh sentimeter, Pak tapi gerakannya presisi, stabil, tidak goyah sedikit pun. Bahkan bayangannya tertangkap jelas oleh kamera. Ini ... bukan halusinasi.”
Yudistira mundur setengah langkah. Tangan kirinya menutup mulut. Ia pernah melihat mayat, pernah mengejar pembunuh, bahkan pernah tertembak di tengah operasi. Namun malam ini, ia merasakan sesuatu yang tak bisa dijelaskan—ketakutan yang tak berasal dari logika, tapi dari lubuk hati terdalam.
“Kita harus melapor,” gumamnya.
Hot Chapters