Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hayu

Hayu

“Tentu saja, boleh. Tapi ingat, jam malam, Hayu sudah harus kembali ke rumah.” Hayu memperhatikan interaksi mereka berdua, dia naik ke kamarnya dan bersiap-siap. Menggunakan celana jeans di padu dengan blus kekinian dari brand yang lumayan ternama membuatnya percaya diri. dia mematut dirinya di depan cermin. "Untung saja aku memiliki blus ini, hadiah ulang tahun termahal yang pernah aku miliki,” ucapnya memutar tubuhnya.
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai hoshino terror blue archive
Baca
+Pustaka
Teror Ghaib

Teror Ghaib

terdengar suara seorang wanita. Emma memandangi pecahan keramik di tangannya. Kacanya memang sangat indah. Catnya berwarna biru muda di bagian atas. Sedangkan bagian bawahnya memiliki warna biru yang lebih pekat. Ada sesuatu seperti kilau di permukaan biru. Selain itu, ada juga gambar berbentuk lingkaran yang tampak seperti gelembung. Ada juga gambar rumput yang muncul. Ada juga gambar ikan dan karang. Keramik tersebut menggambarkan suasana di laut. “Goreskan ke tanganmu.” Bisikan itu terdengar lagi.
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai hoshino terror blue archive
Baca
+Pustaka
Teror Mantan

Teror Mantan

Ting Alex membuka ponselnya, yang berisi sebuah vidio dari nomor yang tak di kenali. Tangan Alex bergetar saat akan membuka vidio tersebut, tapi Alex beranikan diri. Vidio berisi Laura yang setengah telanjang sedang di sentuh oleh seseorang yang merekam tersebut. Alex tak kuat melihat vidio tersebut, ponsel yang berada di genggamannya ia lempar ke lantai sampai ponsel tersebut hancur tak terbentuk. "Anjing, bangsat, brengsek," maki Alex dengan nafas yang memburu serta tangan yang ia tinju ke dinding.
107.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203 kali sebagai hoshino terror blue archive
Baca
+Pustaka
AMORAGA

AMORAGA

Amora pergi dengan ojek online. Sesampainya di sana, Amora celingak-celinguk mencari markas Oscar. Ia tidak tahu ciri-ciri anak Oscar. Berbeda dengan anak-anak Baskara yang mencirikan diri mereka dengan gelang tali berwarna biru. Saat itu, Amora tak sengaja melihat seorang cowok dengan motor ninjanya dengan pelan. Ia pikir, mungkin itu salah satu anak Oscar. Amora mengikuti dari belakang dan benar ... Amora menemukannya. Markas Oscar. Amora yakin. Ia melihat banyak motor dan ... Ia juga melihat salah satu cowok yang waktu itu memukuli Raga bersama Jeha di belakang sekolah. Amora melangkahkan kakinya tanpa rasa takut. Rasa penasarannya mengalihkan ketakutannya. Saat sampai di sana, beberapa a
109.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai hoshino terror blue archive
Baca
+Pustaka
TARO

TARO

Sejak SMA mereka telah bersama, dan semoga selamanya tetap bersama. “Tadi cari makan siang kemana?” “Ke coffe shop baru yang ada di ujung Jalan Morotai.” “Enak?” Pertanyaan Nina mengingatkanku akan satu cup minuman Taro yang membuatku nyaris tak mau merhenti menyeruputnya. Itu adalah minuman dengan rasa terbaik yang pernah aku cicipi. Oke, meskipun posisinya tidak akan mampu menggantikan kebutuhan air putih.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai hoshino terror blue archive
Baca
+Pustaka
Blue Flame

Blue Flame

Beberapa dari mereka mengenakan jubah merah darah dengan lambang kerajaan vampire yang bersulam emas di dada. Dan kemudian, pemandangan lain menyusul, di dalam sebuah gua yang remang, cahaya biru menyala terang, membentuk pusaran api yang berputar perlahan di udara. Itu bukan api biasa, melainkan Blue Flame, kekuatan magis yang hanya dimiliki oleh Ratu Elenya. Walaupun gambarnya hanya terlihat dari luar gua, Raven dan Dean dapat merasakan betapa dahsyat energi yang terpancar dari nyala api itu. Dean mengerutkan kening, merasa ada sesuatu yang aneh dari semua ini. "Apa itu? Apa yang mereka lakukan?"
870 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai hoshino terror blue archive
Baca
+Pustaka
Cahaya Biru

Cahaya Biru

Dengan kedua tangan menutupi wajah, aku berteriak histeris saat mataku tanpa sengaja menangkap pemandangan yang tak seharusnya terlihat. Handuk Biru, yang sepertinya terlalu lepas, melorot hingga menampakkan bagian bawah tubuhnya yang tak tertutupi. Teriakan panikku memecah kesunyian, membuat Biru yang sama terkejutnya berteriak lantang.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai hoshino terror blue archive
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status