Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suamiku Ustadz Dingin

Suamiku Ustadz Dingin

Dan tak semua lelaki memahami kerapuhan hati dan jiwa dari wanitanya. Pagi menjelang, bulan sudah pergi dari langit malam. Berganti dengan kehadiran sang Surya yang setiap pagi menyinari angkasa raya. Sekarang sudah memasuki musim penghujan, di Jakarta sudah mengalami beberapa kali hujan.
9.525.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 650 kali sebagai hujan matahari
Baca
+Pustaka
Pengawal gay saya

Pengawal gay saya

jadi sang Putri mengambil hati ketika dia melihat betapa baiknya Dia diperlakukan, dan bertanya. 'Tapi bagaimana mungkin Matahari marah? Dia begitu cantik dan begitu baik kepada manusia.' Begitulah yang terjadi, 'jawab ibu Matahari. 'Di pagi hari ketika dia berdiri di gerbang surga dia bahagia. dan tersenyum Di seluruh dunia, tetapi pada siang hari dia marah, karena dia melihat semua perbuatan jahat manusia, dan itulah sebabnya panasnya menjadi begitu membara; tetapi di malam hari dia sedih sekaligus marah, karena dia berdiri di gerbang kematian; itu adalah jalannya yang biasa. dari sana dia kembali ke sini:
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 277 kali sebagai hujan matahari
Baca
+Pustaka
Pendekar Tombak Matahari

Pendekar Tombak Matahari

Menerjang badai menembus awan Mendaki gunung menyelami lautan Mengikis dendam serta kebencian Kaki melangkah menuruti hati Lembah hitam akan kususuri Tebing tinggi harus kudaki Bersama tombak matahari. Surya Yudha tersentak, bayangan seorang pemuda yang sedang menggenggam tombak matahari berdiri memunggunginya. Aura tiran menguar dari dalam tubuhnya dan menyebar ke segala arah. Mata tombak matahari berpendar, cahaya keemasan yang terpancar dari mata tombak tersebut jauh lebih terang dibanding saat berada di tangannya.
928.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 820 kali sebagai hujan matahari
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Kebo Rawis
Ah, akhirnya menemukan salah satu mutiara terpendam GoodNovel yang bisa jadi alasan untuk mengisi ulang koin. Semoga sang penulis selalu sehat agar cerita ini lekas diselesaikan dan tidak membuat penasaran.
Rana Semitha
Regulasi GN yang baru membuat harga satu babnya menjadi 14 koin. Hal itu tidak disampaikan kepada para penulis sehingga banyak penulis yang tidak menyadari. Untuk para pembaca, bisa membaca mulai bab 65, di bab tersebut saya menulis cukup banyak kata hingga bab-bab berikutnya. Terima Kasih
Baca Semua Ulasan
Sebelum Hujan Membasahi

Sebelum Hujan Membasahi

Namanya juga mendung. Tak selamanya ia mampu mengundang hujan. Hadirnya hanya memberi isyarat kepada makhluk bumi agar lebih siap ketika hujan turun kembali membasahi. Sedia payung sebelum hujan, mungkin suatu selogan yang tidak asing lagi terdengar pada sepasang telinga kita. Perihal mendung dan hubungan, seakan menjadi sebuah kalimat yang berbeda, namun hampir mirip dalam pemberian makna. Bagaimana tidak? Ketika mendung mampu hadir tanpa memberi hujan, begitupula sebuah hubungan. Ia mampu hadir memberi kenyamanan, datang dengan sebongkah kata kepalsuan. I love you, I Miss You, dan lain sebagainya. Namun tanpa berdasarkan sebuah rasa sayang yang timbul dari perasaan.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai hujan matahari
Baca
+Pustaka
Rahim Pengganti

Rahim Pengganti

sahut Irene “Hujannya akan lama sepertinya,” “Mas masuk, jangan berdiri di tengah hujan. Nanti aku di marahi sama baby twins karena Dady nya di bawah air hujan.”Rangga mengangguk kemudian duduk bersebelahan dengan sang istri di sebelahnya itu. “Alat pendeteksi cuaca benar-benar enggak berguna bagaimana bisa pemerintah membuat ramalan cuaca yang seperti ini,”omel Rangga
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai hujan matahari
Baca
+Pustaka
JARUM PERAK DEWA MEDIS: Kebangkitan Lin Xuan!

JARUM PERAK DEWA MEDIS: Kebangkitan Lin Xuan!

--- Dua Bulan Kemudian Haiyang memasuki musim hujan. Setiap sore, langit berubah kelabu dan hujan turun dengan setia, mengguyur jalanan dan menciptakan sungai kecil di setiap pinggir trotoar. Tapi itu tidak menghentikan kehidupan kota. Alun-Alun Ping'an tetap ramai, dengan pedagang kaki lima yang memasang tenda dan pengunjung yang bergantian berlari dari satu atap ke atap lain.
1020.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 428 kali sebagai hujan matahari
Baca
+Pustaka
Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani

Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani

Caelum menutupi matanya yang dipenuhi air mata. Langit yang tadinya cerah dan panas mendadak menggelap. Awan hitam berkumpul cepat, lalu hujan turun dengan deras, seolah langit pun ikut menangis. Air hujan bercampur dengan darah di tanah, menciptakan genangan merah yang mengerikan. “Tidak bisa...” gumamnya lirih, suaranya tenggelam di antara deru hujan.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai hujan matahari
Baca
+Pustaka
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Satu kalimat baru muncul di bawahnya, meski aku tahu aku tak menulis apa pun: “Aku di sini, Nara. Tapi kau harus berani mendengarkan diamnya hujan.” Lampu kamar berkedip. Bayangan di jendela bergerak pelan. Dan untuk pertama kalinya sejak aku kembali ke kota ini, aku merasa hujan benar-benar hidup — bukan sebagai cuaca, tapi sebagai sesuatu yang mengingat.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai hujan matahari
Baca
+Pustaka
SURA, PANGERAN TERBUANG

SURA, PANGERAN TERBUANG

Dalam sekejap, cahaya keduanya membentuk dua matahari: satu emas, satu ungu. Keduanya saling menelan, saling membakar.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 401 kali sebagai hujan matahari
Baca
+Pustaka
Dinodai adiknya, dinikahi kakaknya

Dinodai adiknya, dinikahi kakaknya

Bab — Retakan yang Tak Terhindarkan Sore itu, hujan turun perlahan, seperti benang-benang halus yang melayang di udara, menari di antara hembusan angin yang lembut namun dingin. Langit memantulkan warna kelabu pucat, seperti kanvas yang dipulas cat air tipis, memberi nuansa sendu pada halaman rumah Bagas dan Naila. Aroma tanah basah yang terangkat dari taman bercampur dengan wangi dedaunan yang terguyur air, menebar kesan tenang namun sarat isyarat akan badai yang mungkin datang—bukan badai di langit, melainkan di hati dua manusia yang tinggal di rumah itu.
9.314.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 553 kali sebagai hujan matahari
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status