Simpanan Ayah Angkat
"Hujan ini, membuat rindu yang kutanamkan di dalam kalbu, semakin dalam. Kepada sebuah nama, sebenarnya aku ingin melepas rindu karena tanpamu, aku bagai bunga layu. Tapi apa dayaku, aku harus sadar, sampai kapanpun kau bukanlah untukku."
Gumaman lirih penuh perasaan Kanaya pun terdengar, sambil menatap derai hujan dengan sorot mata pilu. Kanaya tak bosan menatap tetesan deras air yang turun, hingga lamunannya buyar tatkala sebuah suara terdengar dari arah samping.
"Hai, boleh duduk di sini nggak?"