Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Setelah Kamu Pilih Dia

Setelah Kamu Pilih Dia

Di depan laptop, ia mengetik judul naskah barunya: “Setelah Kamu Pilih Dia, Aku Pilih Diriku Sendiri” Ia tersenyum, lalu menambahkan satu kalimat pembuka: “Dan ketika aku memilih diriku sendiri, aku menemukan cinta yang tidak datang untuk menyelamatkan. Tapi untuk menemani, selama aku belajar mencintai diriku kembali.” Di luar, matahari mulai turun perlahan, menyorot lembut jendela rumah mereka. Dan Dinda tahu — ini bukan akhir dari cerita. Ini hanya awal dari kehidupan yang sesungguhnya.
88.4K viewsOngoingAdded to Library 277 Times as i chose
Read
+Library
Di Antara Dua Pilihan

Di Antara Dua Pilihan

“Tidak. Tapi saya juga harus melindungi kamu.” Berbaring dengan penuh tekanan, kedua matanya menatap bingung pada langit-langit kamar. Bibirnya bergumam, “Kalau saya pilih Langit, semua akan berjalan lancar. Tapi dari awal saya sudah memulai semua ini. Langit yang selalu ada, tapi saya sia-siakan demi cinta sepihak pada Keenan. Rasanya terlalu egois kalau di saat rumit justru saya memilih Langit yang sudah terluka ke sekian kalinya, dan mungkin sampai tidak terhitung.”
906 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as i chose
Read
+Library
Persimpangan Pilihan

Persimpangan Pilihan

"By, aku nggak mau kamu pergi" "Siapa yang mau pergi dari kamu.. keberadaan ku di hidupmu itu tergantung dengan pilihanmu" "Siapa yang harus ku pilih?" "Pilihlah yang benar-benar ingin bersamamu atau mungkin yang bisa menemanimu tidur di sepanjang malam" Robby membelai lembut rambut Raline lalu melepaskan pelukannya. "Aku tidak akan menganggu mu dalam memilih aku akan menghilang sampai aku dengar siapa yang akan kamu pilih"
106.7K viewsCompletedAdded to Library 240 Times as i chose
Read
+Library
Ketika Cinta Telah Memilih

Ketika Cinta Telah Memilih

Lalu mengapa sekarang ingin berlama-lama di sini? "O-ouh, tentu saja boleh. Pak David juga mau kopi?" mencoba tersenyum, Zia menawarkan minuman yang sama kepada David. "David lebih suka kopi yang manis." Lagi, Rafqi yang menjawab dengan nada yang sangat meyakinkan jika dia sangat hafa selera sang asisten. David ingin protes, tetapi tatapan tajam dari Rafqi membuat lelaki itu pasrah dengan segala tingkah sang bos.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as i chose
Read
+Library
Love by Choice

Love by Choice

Dia segera mengambil pembalut yang biasa digunakan, lalu menuju ke tempat es krim. Gia bingung harus mengambil es krim yang mana. Dia belum tau Gavin suka rasa apa. Akhirnya, setelah berpikir lumayan lama, Gia memutuskan mengambil lima es krim dengan berbagai varian rasa. Gia pikir biarkan Gavin sendiri nanti yang memilih.
108.6K viewsCompletedAdded to Library 317 Times as i chose
Read
+Library
Kekasih Pilihan Allah

Kekasih Pilihan Allah

Ia pergi menggunakan motor matic miliknya. Sesampai di minimarket, Aisyah segera masuk. Ia memilih beberapa makanan dan camilan, itu tujuan utamanya. Sembari menenteng keranjang yang disediakan oleh pihak minimarket, Aisyah melihat-lihat dan mengambil beberapa yang menurutkan sangat diperlukan. Hingga tak sadar, satu keranjang sudah penuh dengan makanan. Aisyah merasa sudah cukup, ia pun memutuskan untuk segera membayar di loket pembayaran.
104.2K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as i chose
Read
+Library
Pelayan Kesayangan Sang Pangeran
Read
+Library
YOU

YOU

dewi Triana.A7710ouroursthuseres
Thanks for reading ❤️ let's meet Sean and Kesya again Ngakak aku tuh pas baca novel aku yang ini, idih geli sendiri gua, malah tulisannya juga jelek. Pengen ngebully tapi sayang yang nulis saya sendiri. wkwkwkkwkw
9.911.1K viewsCompletedAdded to Library 388 Times as i chose
Read
+Library
I Choose To Love You

I Choose To Love You

“Kenapa kau terus menghubungiku?” “Marissa, aku ingin minta maaf. Kau harus tahu fakta ini, sebenarnya Letta yang menggodaku.” “Lalu?” “Aku menyesal, Marissa. Seharusnya aku memilih perempuan yang telah menemaniku selama lima tahun daripada perempuan seperti Letta. Hari itu, aku sangat lelah dan pekerjaanku bertumpuk, Marissa. Mungkin karena itu, aku sampai mengucap kata-kata yang seharusnya tidak kau dengar.”
2.2K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as i chose
Read
+Library
PREV
1234567

Frequently Asked Questions

Aku sempat bingung sendiri waktu pertama kali lihat kedua kata itu berdampingan di dialog karakter — 'picked' dan 'choose' memang mirip tapi punya rasa berbeda.

Secara simpel, 'picked' itu bentuk lampau dari 'pick', artinya tindakan memilih sudah terjadi: misalnya, 'She picked the blue jacket' = dia sudah memilih jaket biru. Sementara 'choose' itu kata dasar yang nunjukin proses atau keputusan: 'I choose the blue jacket' berarti aku memilihnya sekarang atau itu kebiasaan. Yang sering bikin orang tertukar adalah bentuk waktunya: past tense 'picked' vs present/infinitive 'choose' (past dari 'choose' sendiri adalah 'chose', dan past participle-nya 'chosen').

Selain waktu, nuansa juga beda. 'Pick' terasa lebih santai, kasual, kadang lebih fisikal — ngambil, nyabut, atau nyocokin cepat. 'Choose' cenderung lebih formal dan mengandung kesan pertimbangan. Di tulisan, kalau mau kesan ringkas dan self-explanatory, pakai 'pick/picked'; kalau mau menekankan proses pengambilan keputusan, pakai 'choose'. Itu yang sering kubilang ke teman penulisku ketika kita edit dialog supaya nada tiap karakter konsisten.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status