Yang Terpilih
“Jadi, sekarang kamu tahu, aku adalah milikmu. Ganti baju, kita makan di luar.”
Lalu seperti terhipnotis, aku hanya mengangguk, berdiri, naik ke kamarku. Langkahku seolah tak memijak bumi lagi. Begitu ringan dan seakan aku berada di dimensi yang berbeda. Jangan bertanya tentang detak jantungku, bertalu-talu, membuat telapak tanganku dingin dan berkeringat. Aku membuka lemari, deretan panjang baju di dalam lemari membuatku bingung. Baju apa yang harus kupakai? Dengan cepat, satu per satu aku memindai, memilih. Bolak-balik memilih hingga akhirnya rok dan atasan berwarna biru tua aku pilih. Aku menatap ke dalam cermin memulas bibirku dengan warna pink dan memutuskan untuk membiarkan rambutku t