Genius Liar
Aku mengernyitkan dahi, sedikit bingung mendengar ucapan Mbak Alya yang tiba-tiba ini.
“Kamu tahu gak kenapa pernikahan keduaku bisa gagal?”
Aku merespon dengan gelengan kepala.
“Waktu itu aku nikah sama duda beranak satu. Anaknya laki-laki, udah SMP. Di hari pertama pertemuan kami, aku tahu anak itu gak suka sama aku. Tapi, karena aku yakin pengen nikah sama ayahnya akhirnya aku abaikan penolakan anak itu.” Mbak Alya memulai ceritanya, dia menerawang menatap ke depan seolah tengah bernostalgia dengan kisah masa lalunya yang menyakitkan