Saat Mertua Meminta Jatah Warisanku
Mereka semua pembohong!
“Itu doang? Pasti masih ada lagi! Buat apa, jelaskan!”
Mas Rian kutengok gelisah. Tubuhnya bergerak ke kiri, lalu balik lagi ke tengah. Tangan kirinya pun sibuk menggaruk-garuk hidung yang kuyakini pasti tidak gatal.
“Bayar arisan Ibu, s-sama … slot.”
“Oh, jadi kamu judi slot? Menang, nggak?!”