Cinta Yang Salah
Mas Arkan memutar tubuhku hingga kami berhadapan, dia meraup kedua belah pipi, menengadahkan wajahku, sehingga netra kami saling bersitatap.
"Lihat Intan! lihat mataku, di sana ada cinta yang besar untukmu, apa kamu tidak merasakannya?"
Tangan kiri Mas Arkan meraih tangan kananku, lalu ia letakan di dekat jantungnya. "Di dalam sini, sudah tertanam cintamu, terukir nama indahmu, cintamu dan cintaku sudah terpatri di sini. Apa kamu mengerti, Intan? Apakah kamu merasakan apa yang Mas rasakan," ucapnya dengan suara rendah, dan serak, menahan perih di hati.