Resep Rahasia Sang Pecundang
Di dalam dirinya, badai kepanikan yang sempat reda kini mengamuk kembali.
Namun, di pusat badai itu, ada sesuatu yang lain. Sesuatu yang keras, panas, dan membara. Amarah. Bukan amarah buta, melainkan kemarahan seorang seniman yang karyanya disebut sebagai tipuan.
Tanpa sepatah kata pun, Radit mengangguk. Sebuah anggukan tegas yang memancarkan keyakinan yang tidak ia sadari ia miliki.
“Baik,” ucapnya, suaranya tenang namun bergema di keheningan aula. “Dengan senang hati.”
Bab Populer