KINASIH
Memandangi gemerlap lampu kota, bak taburan bintang yang cukup indah.
Selama beberapa bulan terakhir, Asih selalu melakukan hal yang sama. Terlebih, ketika dia mengetahui tentang Mariana dan sepak terjangnya.
Asih tak menyesal membantu orang lain, termasuk keluarga Tika. Meskipun akhirnya, dia sendiri yang kembali dikhianati oleh orang-orang terdekat. Di saat pikirannya penuh seperti ini, selalu saja terasa sentuhan tangan kecil di pipi. Tak lama setelahnya, tangan itu seperti berusaha menggenggam tangannya, seakan memberi kekuatan untuk terus bertahan. Saat itulah, Asih teringat anak pertama yang lama sekali tak dia kunjungi pusaranya. Dia menyadari satu hal, jika rindu terberat adalah rind
Hot Chapters