Hajatan Tetangga
"Lima belas tahun, Pah, lima belas tahun itu terlalu lama, Pah, kurang sabar apa lagi aku?"
"Selama ini bisa sabar, kenapa gak sabar nunggu beberapa bulan lagi?"
"Sabar itu ada batasnya, Pah, lima belas tahun sudah, kutahan segala keinginan, orang beli skincare aku hanya beli bedak bayi, orang makan di restoran, aku hanya makan di rumah seadanya. Tak Papah pikirkan kah ke sana? aku juga wanita biasa, butuh materi, lima belas tahun aku menderita, jangankan tas branded seperti orang-orang, tas murah saja aku tak punya, ke mana-mana hanya pakai dompet bekas emas. Aku juga ingin jalan-jalan ke mall, sekali-kali ingin juga bisa mengikuti gaya tetangga, lima belas tahun aku terpinggirkan," aku men