DEKAP HANGAT KAKAK TIRIKU
Kalimat itu meluncur mulus.
Sebuah kalimat yang dalam situasi normal seharusnya terdengar sangat romantis, membahagiakan, dan membuat ribuan mahasiswi di kampus ini menjerit iri layaknya mencapai akhir bahagia dari cerita novel roman remaja.
Namun bagi Rania, kalimat itu kini terdengar seperti ketukan palu hakim yang menjatuhkan vonis hukuman mati tak terelakkan untuknya.