Terpaksa Menikahi Janda
“Nona Jamilah enggak makan? “Tanya ibu itu lagi. Aku menggelengkan kepala sambil tersenyum kearahnya, “Aku iki Wong ndeso Buk, mana kenyang makan beginian. “ Aku tertawa sendiri setelah berucap dengan Wanita paruh baya itu.
“Weh, kayane kita satu suku ya nduk, panggil saja Aku bik Surti. Kalau gitu kamu makan saja dengan bibik di belakang, selera lidah kita memang enggak bisa di bohongi. “
“Iyo, bik, sambel terasi pakai lalapan dan ikan asin goreng, mantap. “ Ucapanku seketika membuat kami berdua tertawa terbahak-bahak.
“Lah kowe emang wong jowo bagian endi nduk? ( memangnya kamu orang Jawa bagian mana, Nak?) “
“Sebenere Aku asli Wong sumatera mbok, tapi keturunan asli Banyuwangi. “