Suami Warisan
Rengganis tiba-tiba saja menghentikan langkah mereka, menarik Ipah yang hampir saja tersandung saking kagetnya.
“Apa, Nyah?” tanya Ipah, dia ingin buru-buru kembali ke rumah untuk mengecek nasi yang sedang dimasak, juga dia lupa menutup kendi, ngeri ada binatang yang masuk ke dalam. Dapur adalah satu-satunya tempat dia bisa berkuasa, jadi Ipah benar-benar memerhatikannya.
“Kamu pulang aja duluan, handphone-ku ketinggalan.”