Momen-momen sulit dalam hidup sering kali membuat kita merasa seolah dunia akan berakhir. Namun, kalimat 'this too shall pass' menjadi mantra yang mengingatkan kita bahwa tidak ada yang abadi, termasuk kesulitan. Dalam pengalamanku, ketika aku menghadapi perjalanan kuliah yang penuh dengan tugas dan tekanan, aku sering kali mengingat frasa ini. Awalnya, setiap ujian atau deadline terasa seperti gunung yang sangat besar, menakutkan, dan sulit didaki. Namun, sambil berjuang dari satu tantangan ke tantangan lainnya, aku mulai menyadari bahwa semuanya adalah bagian dari proses. Setiap malam yang dihabiskan dengan begadang untuk menyelesaikan tugas, setiap momen ketidakpastian saat menunggu hasil ujian, semuanya akan berlalu. Perasaan stres itu hanyalah fase, dan satu-satunya hal yang harus kulakukan adalah tetap berpegang pada keyakinan bahwa ini pun akan berlalu.
Keterikatan emosiku terhadap konsep ini semakin kuat ketika aku mulai berbagi dengan teman-temanku yang juga mengalami hal serupa. Ketika satu dari mereka merasa terjebak dalam rutinitas yang monoton dan penuh tekanan, aku akan mengingatkan mereka tentang nilai dari kebangkitan dan perubahan. Kami sering mengumpulkan meme atau kutipan yang berhubungan dengan 'this too shall pass' di grup chatting kami. Seiring waktu, kami menciptakan ruang untuk mendiskusikan kesulitan kami namun juga merayakan pencapaian kecil, yang mendidik kami semua untuk lebih tabah. Dengan memahami bahwa setiap situasi, baik suka maupun duka, adalah sementara, kami menemukan kekuatan untuk terus maju dan menghadapinya dengan lebih bijak. Hal ini mendekatkan kami dan mengubah perspektif kami terhadap setiap tantangan yang datang.